Rabu, 24 Juli 2013

Sederhana

Midnight, 25th July 2013.

Aku, aku akan merindukanmu dengan sederhana. 
Sesederhana kebahagiaanku melihat mu tertawa disana, jauh.
Jauh dari tempat yang biasa kau tempati beberapa waktu lalu, disampingku.
Tidak terlalu jauh mungkin, mengingat aku tetap bisa melihatmu setiap aku ingin melangkah jauh darimu.
Atau mungkin bahkan kita terlalu dekat?
Terlalu dekat untuk [aku yang terlalu berat] meninggalkanmu.
Aku masih bisa melihat kau berdiri tegap walau bukan disampingku lagi.
Aku masih bisa melihatmu bernafas walau bukan aku lagi alasanmu.
Aku masih bisa melihatmu tersenyum bahkan tertawa walau semua itu bukan lagi untukku.
Sejujurnya ini berat untukku, untuk aku yang mungkin tidak bisa melupakanmu.

Kamu berkata bahwa waktu akan menjadi obat penawar dari rasa sakit ini yang belum aku temui obatnya.
Namun mengapa waktu belum menyembuhkan ku?
Apa sakit ini terlalu dalam, atau bahkan mungkin terlalu besar rasa yang aku berikan?
Terlalu besar, kau membawanya terlalu jauh.

Aku ikhlas, aku ikhlas atas semua rasa rindu ini.
Rasa rindu yang telah aku coba nikmati.
Rasa rindu yang telah aku coba jinaki,
Rasa rindu yang terlihat bersahabat, namun tetap saja membunuhku perlahan.
Namun akan kusampaikan sekali lagi, aku ikhlas.

Hanya rasa yang terlalu besar ini yang bisa membuatku ikhlas
Hanya mimpi yang terlewat fana ini yang bisa membuatku kuat
Hanya wujudmu yang selalu aku lihat setiap pagi yang bisa membuatku tetap terlihat hidup.

Biarkan aku berlindung disini, di balik tawamu yang selalu kau lihat.
Biarkan aku berlindung disini, di balik senyumku yang mungkin berusaha kau tebak apa maksudnya.
Biarkan aku berlindung disini, di balik pandanganku yang selalu kulemparkan diam-diam agar kau tidak menyadarinya.
Biarkan aku berlindung disini, di balik sorotan mata acuhku kepadamu yang mencoba memudarkan kenyataan bahwa aku sangat merindukanmu. 
Biarkan aku dan kenangan kita tetap hidup walau aku tau kamu tidak lagi ingin ingin tau.

Rinduku sederhana, sesederhana doaku setiap hari agar tetap bisa melihatmu walau bukan aku yang memilikimu. :)

Minggu, 07 Juli 2013

Last Pretence.

aku tak bisa menghadapimu.
percakapan-mu & pandangan-mu
karena hatimu yang telah pergi.
kebekuan-mu, melumpuhkanku.

berpura-pura lah kau masih sehati
karena selama ini kaulah yang aku cari.

ke khilafan-ku menghantarkan kita
di dua arah yang jauh beda.
nafas terakhir perjuangan kita akhiri dengan nada yang indah~

cobalah kau bertahan sampai waktunya datang......

berpura-pura lah kau masih sehati
karena selama ini.....karena selama ini
kau. lah. yang. aku. cari.

seakan-akan lah kau tetap disini
karena selama ini. kareeeeenaaaa selama ini. kaulah yang aku cari iiiiiiiiiii.

Nb: A brilliant song with magical lyric from my favorite band. ever. Sheila On 7.