Jumat, 07 Juni 2013

Makalah Segmentasi Pasar (Tugas Softskill)

Nama : Vanya Dwi Pranadipta
Kelas : 2sa01
NPM : 17611247



BAB I
PENDAHULUAN

Segmentasi Pasar Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.
Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar (Hermawan Kertajaya). Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang harus dipelajari dalam membangun usaha. Peranan segmentasi dalam marketing :
1.    Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
2.    Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
3.    Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
4.    Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.


BAB II
PEMBAHASAN

 

2.1 Definisi Segmentasi Pasar

Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.

Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.

Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.



2.2 Penetapan Target Pasar
Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.
Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.

1.      Menyusun bauran pemasaran tiap-tiap   segmen.
2.      Menyusun penempatan segmen-segmen yang ditargetkan.

Penempatan Posisi di Pasar

3.      Memilih segmen sasaran
4.      Mengevaluasi daya tarik masing-masing Segmen.

Penetapan Target Pasar

5.      Menyusun Profil-profil segmen
6.      Mengenali basis yang digunakan  untuk mensegmentasi pasar.

Segmwntasi Pasar

Langkah-langkah dalam segmentasi, penetapan target dan penempatan posisi.

 

2.3 Tingkatan Segmentasi Pasar


Pemasaran Massal ( Tanpa Segmentasi )

Pemasaran Segmen

Pemasaran Relung

Pemasaran Mikro ( Segmen Penuh )

Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.

Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.

Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah cirri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.

Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.
-         Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local --- kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.
-         Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang  ( market of one marketing ).

2.4 Mensegmentasi Pasar Konsumen


-         Segmentasi Geografis, membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda seperti negara, wilayah negara bagian, kabupaten, kota atau pemukiman.
-         Segmentasi Demografis, Upaya membagi pasar menjadi sejumlah kelompok berdasarkan variable-variabel seperti usia, gender, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaann, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.
-         Segmentasi Psikografis, Upaya membagi pembeli menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.
-         Segmentasi Perilaku, Upaya membagi suatu pasar kesejumlah kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pengunaan atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk. 

Persyaratan supaya Segmentasi Efektif.

-         Terukur
-         Dapat dijangkau
-         Substansial
-         Dapat dibedakan
-         Dapat dilakukan tindakan tertentu.

2.5 Cara-cara dalam memandang suatu pasar :
1.    Static attribute segmentation. Cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi. Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah (negara, kawasan, propinsi, kota). Demografi berati kita melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama,dan pendidikan.
2.    Dinamic attribute segmentation. Cara memandang pasar berdasarkan sifat-sifat dinamis yang mencerminkan karakter pelanggan. Segmentasi ini melihat pasar berdasarkan psikografis dan perilaku. Psikografi meliputi lifestyle, kepribadian. Perilaku berupa sikap, penggunaan, dan respon pelanggan terhadap produk.

Lebih lanjut mengenai demografi, psikografi dan pasar relung:
1.    Demografi. Ini merujuk data statistik penduduk, termasuk pendapatan, rata-rata umur, dan pendidikan. Kalau menurut Hermawan, demografi ini termasuk dalam Static Attribute Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi. Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah (negara, kawasan, propinsi, kota). Sedangkan demografi berati kita melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan pendidikan.
2.    Psikografi. Psikografi adalah menggunakan demografi dalam menentukan perilaku dan selera segmen tertentu suatu populasi. Psikografi mengkaji gaya hidup seperti kemana mereka berlibur, kemana mereka berbelanja, bagaimana mereka membelanjakan uang ekstra, olahraga apa yang mereka tonton, dan masih banyak lagi yang lain. Kalau menurut Hermawan (lagi), psikografi termasuk dalam Dynamic Attribute Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan sifat-sifat dinamis yang mencerminkan karakter pelanggan. Segmentasi ini melihat pasar berdasarkan psikografis dan perilaku. Psikografi meliputi lifestyle atau kepribadian seperti yang saya sebutkan diatas. Perilaku berupa sikap, penggunaan dan respon pelanggan terhadap produk.
3.    Pasar relung. Ada segmen kecil dari populasi yang memiliki kesamaan karekteristik, kepentingan, kebiasaan berbelanja dan sebagainya.

2.6 Penetapan Target Pasar ( Pasar Sasaran )

Pasar Sasaran

Sepwerangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.

1. Mengevaluasi Segmen Pasar
-         Ukuran dan pertumbuhan segmen.
-         Daya tarik structural segmen.
-         Tujuan dan sumber daya perusahaan..                 
2. Memilih Segmen Pasar.
-         Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).
                     Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.
-         Pemasaran yang terdiferensiasi.
                     Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.
-         Pemasaran terkonsentrasi.
                     Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.
3. Memilih strategi Peliput Pasar.
-         Sumber daya yang dimiliki perusahaan.
-         Tahapan produk dalam daur hidup.
-         Homogenitas Pasar.
-         Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.

Penempatan ( posisioning ) guna mendapatkan  keunggulan bersaing.

Posisi Produk
Merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing.

Keunggulan Bersaing
Keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.

Memilih Strategi Penempatan Produk ( Posisioning )
-         Mengidentifikasikan keunggulan bersaing yang mungkin.
-         Memilih Keunggulan pasaing yang tepat.
-         Mengkomunikasikan dan menyampaikan Posisi yang telah dipilih.

2.7 Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1.      Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.      Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.      Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.      Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.      Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1.      Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2.      Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3.      Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4.      Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1.      Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2.      Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3.      Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4.      Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

2.8 Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

2.9 Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a.    Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b.    Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c.    Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas Konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.



SUMBER :  http://adaddanuarta.blogspot.com/2011/06/makalah-segmentasi-pasar.html

Sabtu, 04 Mei 2013

100 wishes.

1. Mempunyai tubuh yang sehat
2. Anggota  keluarga semuanya sehat
3. Mempunyai pekerjaan yang saya inginkan
4. Menjadi wartawan atau reporter di VOA
5. Mempunyai mobil yang dibeli dengan uang saya sendiri
6. Mempunyai Rumah Mewah dengan uang sendiri di daerah Jakarta Selatan
7. Mempunyai Rumah Keluarga untuk berlibur di Uluwatu Bali.
8. Mempunyai Flat mewah pribadi di London, Inggriss
9. Mempunyai suami yang se-agama, mengerti saya, mempunyai pekerjaan yang layak, dan menyayangi saya lebih dari mencintai diri saya sendiri
10. Mempunyai 1 orang anak perempuan atau 3 anak laki-laki.
11. Menaikkan kedua orang tua saya naik haji
12. Berjalan-jalan berdua dengan kakak perempuan saya dan Ibu saya ke Paris selama seminggu.
13. Membelikan ayah saya rumah dan mobil mewah
14. Membuatkan ibu saya sebuah usaha dalam bidang mode
15. Menikah dengan suami saya di Paris, Jakarta, dan Bali
16. Menikah dengan tema pesta kebun.
17. Memiliki pesawat pribadi.
18. Memiliki semua produk Apple dari yang lama hingga yang terbaru.
19. Mempunyai perpustakaan pribadi
20. Mempunyai ruangan spa di rumah
21. Memiliki Gaji di atas 500 juta seminggu.
22. Menyekolahkan anak anak saya di sekolah Internasional
23. Berbulan madu bersama suami saya ke Maldives
24. Berlibur ke Irlandia bersama anak-anak saya
25. Pergi ke wahana permainan Harry Potter di Inggris
26. Menikah dengan Reuben Nathaniel.
27. Berlibur keliling eropa bersama suami saya
28. Menjadi penghuni surga
29. Menjadi istri yang baik bagi suami saya
30. Menjadi wanita karir yang berwibawa dan halus.
31. Memiliki bentuk tubuh yang langsing
32. Memakai hijab namun tidak terlihat old styles
33. Memiliki kulit putih
34. Memiliki rambut yang hitam dan panjang
35. Mempunyai 12 pembantu dan 5 supir di masing masing rumah
36. Naik haji dengan suami dan anak-anak saya
37. Bisa mendidik semua anak anak saya dengan baik
38. Penghasilan saya pribadi semakin naik setiap harinya
39. Mempunyai rumah singgah yang bisa menampung anak anak jalanan
40. Membangun rumah untuk para tuna wisma
41. Mempunyai yayasan untuk anak-anak yatim piatu
42. Bertemu dengan idola saya one direction
43. Mempunyai waktu yang cukup dengan keluarga saya
44. Bisa memasak masakan yang enak
45. Suami saya nanti selalu memperhatikan saya seperti pertama kali kita bertemu
46. Mempunyai kolam renang di setiap rumah
47. Pergi dengan kapal cruise mewah bersama seluruh anggota keluarga saya
48. Mempunyai rekor label rekaman sendiri
49. Suami saya menjadi seorang musisi yang besar dan terkenal
50. Mempunyai Album rekaman sendiri dan Go internasional
51. Lulus test SIM
52. Mempunyai mobil berharga milyaran
53. Mempunyai Kamera DSLR dengan harga ratusan juta
54. Memiliki suami yang tampan dan diidolakan banyak wanita
55. Mempunyai Mobil Porsche
56. Mempunyai semua jenis video games
57. Di setiap rumah saya memiliki koneksi internet yang cepat dan unlimited
58. Memiliki brand clothing terkenal
59. Mempunyai kedai kopi terkenal
60. Berteman dengan orang-orang hebat
61. Menghilangkan phobia saya dengan kegelapan
62. Tidak pernah melupakan kewajiban sholat 5 waktu
63. Menjadi orang yang selalu berguna
64. Dicintai oleh seluruh anggota keluarga saya
65. Bisa melihat orang tua saya bangga dengan saya.
66. Bisa membuat orang tua saya selalu bahagia
67. Meluncurkan buku karangan saya sendiri
68. Terbebas dari kacamata minus saya
69. Memiliki banyak orang yang menyayangi saya tulus
70. Mendapatkan dinner romantis dengan suami saya nanti
71. Menjadi inspirasi banyak orang
72. Meneruskan pendidikan saya ke jenjang yang paling tinggi
73. Sehat selalu
74. Tidak menemukan kegaduhan dan suara teriakan
75. Memiliki anak yang semua nya laki-laki dan tampan
76. Memiliki anak yang multi talenta
78. Memiliki anak yang hormat
79. Memiliki anak yang menyayangi saya
80. Memiliki anak yang selalu menemani saya kemanapun saya pergi
81. Memiliki kemampuan berbahasa inggris yang sangat baik
82. Memiliki kemampuan berbahasa Spanyol
82. Memiliki wawasan yang luas
83. Mampu berbicara lebih dari 20 bahasa
84. Mempunyai british accent yang kental
85. Masuk majalah vogue karena hasil rancangan saya
86. Masuk majalah forbes dengan tema orang yang menginspirasi
87. Mempunyai ruang dansa dirumah
88. Mempunyai ruang nonton dengan basis theatre
89. Mempunyai daya ingat yang baik
90. Memiliki kamar seperti fasilitas hotel bintang 5
91. Memiliki hotel mewah
92. Menjadi penyiar radio ketika saya masih kuliah
93. Jago bela diri
94. Mempunyai robot
95. Prestasi dengan hasil ipk yang sangat memuaskan
96. Bisa pergi ke madrid dan menonton live pertandingan real madrid
97. Bisa berkenalan dan dekat dengan semua idola saya
98. Mempunyai mesin pencuci piring sendiri
99. High-tech
100. Masuk surga dan terkenang ketika saya sudah tidak ada.

Cara Memanfaatkan Peluang Usaha

Peluang Adalah EMAS", istilah itu memang bukan mengada-ngada, peluang memang di ibaratkan sebagai emas yang bernilai yang sayang jika harus dilewatkan. Jika anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses,maka jangan sekali-sekali mengabaikan peluang usaha yang ada yang sebenarnya banyak disekitar kita. Namun sayangnya peluang itu sering kali kita abaikan karena kita serasa bingung untuk memanfaatkannya,serta harus dimulai dari mana padahal peluang itu hanya datang satu kali saja.bisa saja jika kita melewatkan peluang tersebut yang menurut kita itu peluang usaha yang niche atau bagus lantas keburu diambil oleh orang lain.

Memang tidak lah mudah bagi seseorang untuk bisa memanfaatkan peluang usaha dengan cara memanfaatkannya atau mempraktekannya dalam dunia wirausaha yang sesungguhnya.Ini akan terasa berat karena selain membutuhkan ketekunan, tenaga juga modal yang jumlahnya relatif.

Berikut tips cara memanfaatkan peluang usaha :

1. Melakukan Riset Pasar : Ya, kita perlu akan data2 mengenai pasar produk yang akan menjadi unggulan. agar produk kita bisa diterima oleh orang lain, selain itu perlunya data2 mengenai tingkat persaingan pasar, kompetisi harga, karakteristik konsumen dll, hal ini agar kita bisa memprediksikan  mengenai usaha kita apakah akan mampu bertahan atau tidak.

2. Mempersiapkan dan menyusun rencana  (market plan), mencakup target pasar produk, target pendapatan perbulan,, biaya operasional dll.

3. Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari pemerintah setempat,atau melanggar norma2 yang berlaku dimasyarakat, misalnya membuaka usaha minuman keras dll.

4. Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.

5. Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting adalah mempraktekannya. Anda harus berani memulai wirausaha atas ide-ide anda  sehingga anda akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang usaha yang benar-benar bagus.

Intisari Film "The Secret" (Tugas Softskill)

Bab 1 Pengungkapan Rahasia

Bab ini berfungsi sebagai pengantar "hukum tarik-menarik," konsep yang paling penting di balik The Secret.

Byrne dibuka dengan kutipan dari para ahli yang telah mencapai sukses besar berkat Secret. Daftar ini mencakup:

Bob Proctor: filsuf, penulis, dan pelatih pribadi;
Dr Joe Vitale: metafisika, spesialis pemasaran, dan penulis;
John Assaraf: pengusaha dan ahli menghasilkan uang;
Mike Dooley: penulis dan pembicara internasional;
Dr John Demartini: filsuf, chiropractor, dan spesialis transformasi pribadi, dan
Dr Denis Waitley: psikolog dan pelatih di bidang potensi akal
Setelah menghadirkan para ahli, Byrne menggali "hukum tarik-menarik." Ia menyebut nama artis terkenal (William Blake, Ralph Waldo Emerson, Victor Hugo) dan peradaban (Babilonia dan Mesir) yang telah berbicara tentang hukum tarik-menarik meskipun ia tidak pergi ke detail lebih lanjut.

Byrne kemudian menyediakan skenario hipotetis. Dia menunjukkan bahwa orang sering menumpuk kekayaan besar hanya untuk kehilangan keberuntungan mereka dan mendapatkan lagi dalam siklus. Dia berpendapat ini adalah karena hukum tarik-menarik. Orang-orang kehilangan uang karena mereka mengijinkan "pikiran takut kehilangan kekayaan untuk memasuki pikiran mereka," menyebabkan ketakutan mereka untuk direalisasikan. Setelah uang itu hilang, ketakutan mereka menghilang juga, dan mereka dapat fokus pada membangun kembali keberuntungan mereka.

Ini adalah hukum tarik-menarik singkatnya - jika Anda pikir itu, itu akan terjadi. "Seperti menarik seperti" - jadi membayangkan kekayaan benar-benar akan membawa Anda kekayaan. Byrne berarti secara harfiah. Dia percaya bahwa pikiran bersifat magnetis, memancarkan frekuensi positif atau negatif. Apapun pikiran yang Anda kirim ke Semesta akan menarik energi yang sama sebelum kembali seperti bumerang. Dia menjelaskan hal ini tidak berbeda dengan menonton TV. Anda menerima sinyal bahwa saluran tersebut sudah diprogram untuk mengirimkan. Jika Anda ingin melihat sesuatu yang berbeda, Anda harus mengganti saluran. Dengan demikian penting dari berpikir positif dan mengirimkan frekuensi yang tepat ke Semesta.

Byrne mencatat bahwa "hidup Anda sekarang adalah refleksi dari pikiran masa lalu Anda." Jika Anda melakukan dengan baik, Anda sudah berpikir positif. Jika tidak, itu karena Anda sudah terlalu negatif.

Byrne menunjukkan bahwa kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang berpikir negatif. Masalahnya adalah bahwa alam semesta tidak mengerti kata "tidak." Akibatnya, alam semesta menafsirkan "Saya tidak ingin terlambat" sebagai "Aku akan terlambat."

Sepanjang bab ini, Byrne menjelaskan ilmu di balik hukum tarik-menarik. Dia mengklaim bahwa itu didukung oleh fisika kuantum, di mana konsensus adalah bahwa pikiran cukup kuat untuk menciptakan sesuatu - termasuk Universe itu sendiri. Dengan demikian, hukum tarik-menarik adalah hukum alam. Seperti gravitasi, itu berlaku apakah Anda tahu atau tidak. Manfaat memahami hukum tarik-menarik adalah bahwa Anda dapat menggunakannya untuk keuntungan Anda setelah Anda tahu cara kerjanya.

Bill Harris, seorang guru dan pendiri Centerpointe Research Institute, berbagi cerita selanjutnya. Seorang mantan mahasiswa bernama Robert selalu menghadapi pelecehan dari rekan-rekan kerjanya karena menjadi gay. Robert berurusan dengan stres dengan mengeluh kepada gurunya, yang mendorong dia untuk berfokus pada gairahnya untuk menjadi stand-up comedian. Dalam waktu 8 minggu perubahan ini, rekan kerja pengganggu baik meninggalkan perusahaan atau dipindahkan ke departemen yang berbeda.

Byrne menjelaskan bahwa dibutuhkan lebih dari satu pikiran negatif tunggal untuk hal-hal buruk terjadi. Dia mengklaim Anda dapat mulai mengubah cara Anda berpikir dengan menjadi sadar pikiran Anda, menunjukkan 10 menit meditasi per hari. Berpikir negatif sangat kuat, dan Byrne berakhir dengan memperingatkan pembaca bahwa langkah 1 untuk kehidupan yang lebih baik adalah mengubah sikap Anda.

Bab 2 Penyederhanaan Rahasia

Bab ini terus mengeksplorasi aspek yang berbeda dari "hukum tarik-menarik."

Michael Bernard Beckwith terbuka dengan mengulangi bahwa hukum tarik-menarik adalah hukum alam, menggunakan gravitasi sekali lagi sebagai pembanding. Benda yang jatuh apakah Anda percaya pada gravitasi atau tidak.

Byrne membangun sisa bab didasarkan pada konsep ini: hukum tarik-menarik selalu bekerja. Dalam salah satu bagian yang paling kontroversial dari buku ini, ia mengusulkan bahwa bahkan dapat menjelaskan bencana alam. Kelompok orang sering berbagi frekuensi, memancarkan sinyal yang kuat ke Semesta. Dengan demikian, berpikir negatif secara massal dapat menarik situasi bencana. Dia menjelaskan bahwa korban bencana alam tidak menyebabkan badai atau tornado oleh pikiran negatif - tetapi hukum tarik-menarik menempatkan mereka dalam bahaya. Jika Anda berpikir Anda tidak memiliki kontrol atas nasib Anda, maka Anda akan menarik situasi yang membuat Anda tak berdaya. Caranya, katanya, adalah untuk memberitahu Universe Anda memiliki kendali atas hidup Anda.

Byrne menawarkan tip untuk mengetahui apakah Anda sedang berpikir negatif: mendengarkan tubuh Anda. Terlalu banyak mengkhawatirkan sering membawa rasa sakit di perut atau dada. Byrne selangkah lebih maju, dengan alasan bahwa perasaan ini sebenarnya pesan dari alam semesta. Dia menyindir ini adalah cara alam semesta untuk mengatakan "Peringatan! Ubah berpikir sekarang. Perekaman frekuensi negatif. Perubahan frekuensi. Menghitung mundur ke manifestasi. Peringatan!"

Byrne menutup dengan memperkenalkan konsep "Pemindah Rahasia." Ini adalah kegiatan yang dapat membantu mencerahkan semangat Anda sehingga Anda tidak tetap fokus pada negatif. Byrne menyarankan membuat daftar hal-hal yang dapat membantu perubahan mood pada saat kesusahan, seperti lagu menyenangkan atau memikirkan orang yang dicintai. Byrne percaya bahwa cinta adalah salah satu frekuensi yang paling kuat Anda dapat mengirim ke Semesta. Memproyeksikan cinta adalah cara paling pasti untuk menerima cinta sebagai balasannya. Dia berakhir dengan mengatakan ini adalah mengapa hukum tarik-menarik kadang-kadang dikenal sebagai "hukum kasih."

Bab 3 Cara Menggunakan Rahasia

Byrne perubahan fokus dalam bab ini dengan memperkenalkan konsep "memohon, meyakini, menerima."

Self-bantuan ahli James Ray terbuka dengan membandingkan kisah Aladdin dengan hukum tarik-menarik. Ray bilang Semesta adalah Genie kami siap untuk mengabulkan keinginan kita minta. Tapi itu tidak mungkin bagi alam semesta untuk mengetahui apa yang harus dikirimkan kecuali jika Anda meminta untuk itu.

Byrne kemudian menjelaskan bahwa The Secret bekerja pada 3 langkah:

Langkah # 1: Tanyakan
Anda harus bertanya jelas apa yang Anda inginkan. Bila permintaan tersebut tidak spesifik, sinyal akan bingung dan frekuensi dapat menarik hasil yang beragam. Tidak perlu bertanya berulang kali karena alam semesta akan memahami permintaan pertama kalinya asalkan jelas. Meminta berulang-ulang menunjukkan bahwa Anda meragukan "order" ditempatkan.

Langkah # 2: Percaya
Anda harus percaya sebelum Anda menerima. Sangat penting untuk percaya keinginan Anda sudah datang saat Anda bertanya. Setelah Anda yakin, Anda bisa melanjutkan hidup Anda dan biarkan Semesta menyelesaikan masalah sendiri. Tidak perlu menunggu keinginan Anda terwujud. Khawatir berkelanjutan hanya akan mencampur energi negatif ke dalam sinyal. Byrne menekankan bahwa percaya adalah langkah yang paling sulit.

Langkah # 3: Menerima
Byrne mengatakan bahwa dalam rangka untuk menerima sesuatu, Anda harus merasa baik tentang hal itu. Dia merekomendasikan bermain "membuat percaya." Bertindak sebagai jika Anda sudah membeli mobil yang Anda inginkan. Membuat rencana di mana Anda akan pergi atau di mana Anda akan memarkir. Tindakan ini akan terus mengirimkan energi positif ke alam semesta sampai mobil akhirnya terwujud. Dia menambahkan bahwa hal itu mungkin untuk berlatih dengan mengulangi frase seperti "Saya menerima semua yang baik dalam hidup saya, sekarang, saya menerima [mengisi keinginan Anda] sekarang.

Byrne mengutip ayat Alkitab 2, membandingkan doa untuk "meminta, percaya, menerima." Dia juga mencakup beberapa kutipan oleh Bob Dylan, yang menyanyikan tentang mobil tes mengemudi dan belanja untuk rumah impian Anda.

Byrne kemudian memperkenalkan konsep tindakan. Byrne menulis tindakan yang kadang-kadang diperlukan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Sebagai contoh, Anda mungkin memiliki ide mendadak yang dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda. Byrne yakin bahwa Anda akan tahu itu ide yang dikirim dari Semesta karena akan terasa mudah - seolah-olah Anda sedang bergerak bersama dengan arus sungai, daripada berjuang untuk berenang melawan itu. Byrne mengatakan penting untuk mengikuti naluri Anda, karena ini selaras dengan alam semesta.

Byrne menjelaskan cara menggunakan hukum tarik-menarik untuk menurunkan berat badan. Ini bukan makanan yang membuat Anda gemuk, tetapi keyakinan bahwa hal itu. Dia menggarisbawahi pentingnya mencintai tubuh Anda sebelum Anda dapat mengubahnya. Membenci sosok Anda hanya akan menarik lebih banyak negatif. Ini juga penting untuk mencintai makanan yang Anda makan. Nikmati setiap gigitan dan menyadari apa yang Anda memasukkan ke dalam mulut Anda. Dengan gambaran yang jelas tentang tubuh ideal Anda, semua yang perlu Anda lakukan adalah percaya bahwa Anda dapat mencapainya.

Byrne kemudian mengeksplorasi konsep waktu dalam kaitannya dengan hukum tarik-menarik. Dia menjelaskan saat itu relatif, prinsip dari mekanika kuantum. Beberapa keinginan memakan waktu lebih lama untuk mewujudkan karena orang tidak percaya diri. Satu-satunya alasan penghasilan $ 1 juta dolar memakan waktu lama karena orang berpikir itu seharusnya.

Bab 4 proses imunisasi meliputi Penuh Daya

Bab ini berfokus pada latihan untuk membantu Anda "memohon, meyakini, menerima." Byrne mengutip kuliah yang diberikan oleh Neville Goddard pada tahun 1954. Sebuah metaphysicist berpengaruh, Goddard menyarankan menghabiskan beberapa menit sebelum tidur mengulang peristiwa hari dalam pikiran Anda. Tapi bukannya memvisualisasikan hari seperti itu terjadi, memutar ulang hari Anda seperti yang Anda akan menyukai hal itu terjadi. Ini set up keesokan harinya untuk sukses dengan dial-up frekuensi positif Anda.

Byrne juga menyoroti pentingnya mengucap syukur, mengutip James Ray. Dia berdiam pada konsep ini, menekankan perlunya untuk memberikan berpikir untuk semua hal yang baik, tidak peduli seberapa kecil. Dia juga menegaskan kembali perlunya untuk "menerima," mendorong pembaca untuk mensyukuri keinginan yang belum terwujud.

Byrne kemudian memperkenalkan konsep visualisasi. Dia mengatakan banyak dari para penemu besar dalam sejarah mengandalkan visualisasi. Wright Bersaudara, ia menunjukkan, melihat sebuah pesawat dalam imajinasi mereka dan kemudian membawanya ke kehidupan. Visualisasi adalah alat untuk membantu Anda melupakan "bagaimana" dan berfokus pada percaya dan menerima.

Byrne memberi contoh seorang wanita yang ingin bertemu penulis Bob Proctor sebelum menemukan bahwa surat-suratnya telah dikirim ke rumahnya oleh kesalahan. Ternyata dia tinggal di dekatnya, dan dia mampu untuk bertemu dengannya ketika dia menyampaikan surat.

Byrne menawarkan beberapa metode tambahan untuk membantu dengan visualisasi. Fokus pada gambar bergerak: daripada berpikir tentang dapur impian Anda, bayangkan diri Anda memasak, membuka lemari es atau meraih sebotol air dingin. Dia juga menyarankan menciptakan "papan visi:" corkboard mana Anda pin gambar dari semua hal yang Anda inginkan. Dewan kemudian harus ditempatkan di daerah yang terlihat, di mana Anda dapat melihat gambar yang Anda bertanya dan percaya.

Bab 5 Rahasia Uang

Bab ini menguraikan bagaimana hukum tarik-menarik dapat membuat Anda kaya.

Jack Canfield - pencipta Chicken Soup untuk seri Jiwa - menjelaskan bahwa ia dibesarkan dengan keyakinan yang sangat spesifik tentang kekayaan. Dia sering berpikir bahwa "hanya orang jahat yang punya uang" dan "uang tidak tumbuh di pohon." Akibatnya, ia tidak punya. Lalu ia bertemu speaker W. Clement Stone, yang menyuruhnya untuk membuat gol dan fokus pada memvisualisasikan ia akan mencapainya. Tiga puluh hari kemudian, ia dikandung dari Chicken Soup untuk seri Soul yang akhirnya produktif dia cek juta dolar.

Byrne menawarkan tips dan pengingat untuk menggunakan The Secret:

Bermain "membuat percaya permainan," membayangkan bagaimana Anda akan menghabiskan kekayaan yang baru Anda. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda dapat membeli dan membayar hal-hal bahkan jika itu tampaknya mustahil saat ini. Byrne merujuk pembaca untuk Website Rahasia, di mana orang dapat men-download dan mencetak cek kosong. Pembaca kemudian dapat membuat cek untuk jumlah yang mereka inginkan dan memvisualisasikan keberuntungan baru mereka.
Be happy sekarang. Ketika orang mengharapkan hal-hal besar terjadi, mereka akan melakukannya. Ini, Byrne mengatakan, adalah "rahasia untuk The Secret." "Fokus pada memancar ke Semesta perasaan sukacita dan kebahagiaan," dia menekankan. "Ketika Anda melakukan itu, Anda akan menarik kembali kepada Anda segala sesuatu yang membawa Anda sukacita dan kebahagiaan, yang tidak hanya akan mencakup kelimpahan uang, tetapi segala sesuatu yang Anda inginkan."

Byrne menekankan kebutuhan untuk melepaskan "bagaimana." Lepaskan gagasan bahwa uang hanya bisa datang sebagai hasil dari pekerjaan. Yang benar adalah uang yang bisa datang dari mana saja.
Cara lain untuk menarik uang adalah untuk memberikan beberapa jauhnya. Pikiran "Saya punya cukup uang untuk memberikan" akan mewujudkannya.
Byrne berakhir dengan mengatakan kemakmuran semua hak kesulungan. Uang tidak membawa ketidakbahagiaan. Percaya kekayaan dan kebahagiaan berjalan beriringan adalah satu-satunya cara untuk mencapai keduanya.

Bab 6 Rahasia Relasi

Bab ini menjelaskan cara menggunakan Rahasia dalam hubungan.

Byrne menceritakan kisah seorang pria yang ingin cinta tapi dihiasi rumahnya dengan lukisan perempuan melihat yang jauh atau bersembunyi. Setelah ia menggantikan lukisan-lukisan dengan karya seni mencintai hubungan, ia mendapatkan hal itu.

Byrne mengatakan bahwa penting bahwa tindakan tidak bertentangan keinginan. Byrne memberikan beberapa contoh termasuk yang melibatkan adik sendiri Glenda, yang ingin pindah dari Australia ke AS Untuk waktu yang lama, Glenda tidak bisa mengetahui logistik, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan. Dia menjual barang-barangnya, dikemas tasnya, dan mulai mengatur hidup seolah-olah dia sudah punya tanggal keberangkatan. Dalam sebulan, hal-hal telah jatuh ke tempatnya dan dia bekerja di AS

Byrne juga menjelaskan bahwa penting untuk melepaskan gagasan "menempatkan diri terakhir." Tidak apa-apa untuk diberikan kepada orang lain tetapi tidak dengan mengorbankan diri. "Jika Anda tidak memperlakukan diri Anda dengan cinta dan hormat, Anda memancarkan sinyal yang mengatakan bahwa Anda tidak cukup penting, cukup pantas, atau layak. Sinyal itu akan terus menjadi siaran, dan Anda akan mengalami situasi yang lebih dari orang tidak memperlakukan Anda dengan baik. "Anda harus merasa baik untuk terus memberikan. Jangan menghabiskan waktu pada hal-hal yang Anda tidak mencintai. Sebaliknya, memfokuskan waktu dan perhatian pada kegiatan yang membawa cinta dan sukacita.

Bab 7 Rahasia Kesehatan

Menurut Dr John Demartini, "efek placebo" menjelaskan bagaimana hukum tarik-menarik berlaku bahkan bagi kesehatan Anda. "Anda memberitahu pasien bahwa ini adalah sama efektif, dan apa yang terjadi adalah plasebo kadang-kadang memiliki efek yang sama, jika tidak efek yang lebih besar, daripada obat yang seharusnya dirancang untuk efek tersebut. Mereka telah menemukan bahwa pikiran manusia adalah faktor terbesar dalam seni penyembuhan, kadang-kadang lebih daripada obat. "

Sekitar diri Anda dengan pikiran positif sangat penting ketika mencoba untuk menyembuhkan. Byrne mengatakan penyakit yang hanya bisa tetap dalam tubuh ketika orang yang memegangnya sana dengan pikiran mereka. Hindari fokus pada penyakit jika tujuannya adalah untuk membuatnya pergi. Berbicara tentang hal itu hanya menciptakan lebih banyak energi negatif. Mengubah topik dalam rangka meningkatkan cara Anda merasa.

Byrne mengatakan itu penting untuk tidak membeli ke "prasangka" pengertian tentang penyakit. "Adalah sangat mudah untuk menyembuhkan jerawat sebagai penyakit," tulis dia. "Proses ini identik, perbedaannya adalah dalam pikiran kita." Byrne memberikan contoh Morris Goodman, yang jatuh pesawatnya dan berkata bahwa ia akan tetap sayur selama sisa hidupnya. Goodman mengatakan ia menggunakan pikirannya dan menghendaki dirinya untuk menjadi lebih baik. Dalam hanya beberapa bulan, ia berjalan keluar dari rumah sakit sendiri. Byrne berakhir dengan dengan motto nya: tidak ada yang mustahil selama Anda percaya.

Bab 8 Rahasia Dunia

Bab ini dapat diringkas dengan kutipan singkat oleh Carl Jung: "Apa yang Anda menolak terus berlanjut." Menolak sebenarnya menuangkan lebih banyak energi ke dalam hal yang sangat Anda takut. Ini menciptakan gambar tambahan, memancarkan sinyal yang memperkuat peristiwa. Dengan berfokus pada memerangi kemiskinan atau perang, dunia menempatkan energi ke dua hal, bukannya penyaluran energi yang ke dalam perdamaian dan kekayaan.

Kuncinya adalah untuk mewujudkan apa yang tidak kita inginkan dan kemudian fokus pada sebaliknya. Jadi, bukannya merenungkan perang dan penderitaan itu membawa, yang terbaik untuk fokus pada perubahan positif yang dapat dibuat. Dengan mengabaikan hal negatif, alam semesta menerima perasaan kesejahteraan dan akan kembali sama kepada Anda.

Michael Bernard Beckwith kemudian berbagi mitos "tidak cukup." Dia mengatakan orang telah menjadi terbiasa dengan gagasan bahwa ada hanya "tidak cukup untuk pergi sekitar." Akibatnya, orang mengalami ketakutan, keserakahan dan emosi negatif lainnya karena mereka merasa harus berjuang untuk apa yang mereka inginkan sebelum orang lain mengambilnya. Namun, Beckwith percaya ada cukup sukacita dan kekuatan untuk pergi sekitar. Byrne memperkuat ide ini dengan mengatakan bahwa karena segala sesuatu berasal dari dalam pikiran, tidak mungkin bahwa "tidak ada cukup" untuk semua orang. Pikiran menciptakan apa pun bisa membayangkan, sehingga tidak benar-benar ada batas untuk apa yang dapat Anda capai.

Bab 9 Rahasia Anda

Bab ini mengeksplorasi sifat alam semesta, menurut The Secret. Byrne mengutip panggilan gulungan ahli yang setuju bahwa alam semesta terdiri dari energi. John Assaraf menjelaskan, "Semuanya terbuat dari hal yang sama persis, apakah itu tangan Anda, lautan, atau sebuah bintang." Byrne menunjukkan bahwa teori ini didukung oleh fisika kuantum. Karena orang yang terdiri dari energi, mereka juga memiliki frekuensi yang ditentukan oleh pikiran dan emosi mereka.

Byrne kemudian berbicara tentang sisi spiritual Secret. Dia berpendapat bahwa karena kita terbuat dari energi dan energi tidak dapat dimusnahkan (hanya perubahan bentuk), masuk akal untuk percaya esensi sejati kita "selalu dan akan selalu. Anda tidak pernah bisa tidak. "Byrne juga menunjukkan bahwa setiap penemuan mungkin, ide atau pengetahuan sudah keluar di alam semesta, menunggu seseorang untuk menarik dari itu.

Prinsip yang sama berlaku untuk berkelahi dengan orang lain. Kompetisi berasal dari gagasan bahwa tidak ada cukup untuk pergi berkeliling, sehingga orang harus bersaing satu sama lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi dengan bersaing, mereka memperkuat gagasan bahwa ada benar-benar tidak cukup untuk pergi sekitar.

Byrne memperluas pada hubungan spiritual dengan mengatakan kita semua "Tuhan dalam tubuh fisik." Setiap dari kita memiliki kekuatan untuk menciptakan karena kita semua makhluk kosmis.

Byrne juga memperingatkan terhadap tinggal di masa lalu. Orang-orang yang terus memikirkan kesulitan sebelumnya tidak dapat berkonsentrasi pada menciptakan kehidupan baru. Byrne merekomendasikan menggunakan kekuatan "Saya." Daripada mengatakan hal-hal negatif seperti "Saya gemuk" atau "Saya bangkrut," Byrne merekomendasikan menggunakan kata-kata untuk menarik hasil positif seperti "Saya sehat" atau "Saya senang . "

Byrne menindaklanjuti dengan mengingatkan pembaca untuk selalu sadar akan pikiran mereka. Ketika pikiran yang tersisa untuk menjalankan liar, memungkinkan segala macam pikiran untuk masuk termasuk yang negatif. Sebaliknya, Byrne mengatakan penting untuk berhenti dan bertanya, "Apa yang saya pikirkan sekarang? Apa yang saya rasakan sekarang? "Byrne juga percaya bahwa alam semesta dapat menjawab pertanyaan apapun. Setelah pertanyaan dilepaskan ke alam semesta, jawabannya akan terwujud di beberapa titik. Namun, kesadaran adalah kunci untuk "menangkap" jawabannya, karena dapat datang dalam berbagai bentuk, seperti headline koran, percakapan mendengar atau bahkan inspirasi mendadak atau gambaran mental.

Untuk mengakhiri bab ini, Byrne berbicara lagi tentang mencintai diri sendiri dan betapa sulitnya itu adalah untuk banyak orang. Dia mengatakan kunci untuk mencintai diri sendiri adalah melihat kehadiran di dalam diri Anda. "Mereka yang fokus pada mencintai kehadiran yang akan menyadari bahwa segala sesuatu yang lain jatuh ke tempatnya."

Bab 10 Rahasia Kehidupan

Bab terakhir dari Rahasia ini berfokus pada Byrne mengutip Neale Donald Walsch, yang mengatakan bahwa Tuhan belum menentukan tujuan hidup kita "tujuan." - Bukan itu terserah pada kita untuk memutuskan apa misi itu. Byrne mengatakan Anda "untuk mengisi papan tulis kehidupan dengan apa pun yang Anda inginkan." Jika ada hal-hal negatif atau bagasi dari masa lalu tertulis di atasnya, Anda dapat menghapus bersih dan menulis di atasnya lagi.

Byrne mengakhiri buku dengan memperkuat gagasan bahwa segala sesuatu di alam semesta di luar sana untuk mengambil. Anda berhak segalanya, dan Anda dapat memiliki semuanya. Anda, menurut Byrne, adalah Master of the Universe - selama Anda tidak pernah melupakan ajaran "The Secret."
Sumber : http://rifqiamriputri.blogspot.com/2013/04/the-secret-rahasia-loh.html

Kewirausahaan (Tugas Softskill)


Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebutwirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

Kita sering mendengar istilah seorang wirausaha yang sukses dalam bidangnya. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan wirausaha itu? Konsep kewirausahaan (entrepreneurship) memiliki beberapa pengertian. Kata entrepreneur sebenarnya berasal dari kata Perancis, entreprendre yang berarti “undertake.” Dalam kaitannya dengan dunia bisnis, kata tersebut berarti langkah awal memulai suatu bisnis. Dalam kamus The Merriam-webster dictionary “entrepreneur is one who organizes, manages, and assumes the risk of a business or enterprise”.
     Joseph Schumpeter seorang ahli ekonomi dari Austria mendefinisikan kewirausahaan sebagai seseorang yang menemukan inovasi baru, seperti tercantum dalamhttp://www.quickmba.com antara lain: 
  • produk baru
  • metode produksi baru
  • pasar baru
  • bentuk organisasi baru

     Menurut pendapatnya, semakin banyak permintaan atas penemuan-penemuan baru tersebut pada akhirnya akan menciptakan kesejahteraan dan akan membawa manfaat terhadap masyarakat.
     Wirausaha atau kita sebut pengusaha adalah seorang pelopor bisnis baru atau seorang manajer yang mencoba untuk memperbaiki suatu unit organisasi dengan memprakarsai perubahan bentuk. Menurut Longenecker (2001) wirausaha (entrepreneur)adalah seorang yang memulai dan atau mengoperasikan bisnis.
     Wirausaha merupakan seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Pada berbagai industri, wirausaha membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen di dalam negeri maupun luar negeri.
     Sedangkan kegiatan kewirausahaan merupakan cara atau proses terciptanya organisasi baru. Seorang usahawan memiliki kemampuan untuk memberdayakan faktor-faktor produksi seperti alam, modal, tenaga kerja, skill atau keahlian dan menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Mereka memiliki kepekaan untuk menyadari peluang yang tidak dilihat atau belum diperhatikan oleh orang lain.
     Pada umumnya wirausaha menghasilkan sesuatu yang baru yang belum pernah ditemukan. Sebagai contoh Akio Morita pendiri Sony, yang melihat bahwa produk yang dihasilkan dapat diadaptasi untuk menciptakan produk baru yaitu walkman seperti yang kita kenal saat ini. Henry Ford tidak menemukan mobil jenis baru, namun ia menerapkan teknik pembagian tugas pada produksi mobil dengan cara baru, yaitu lini perakitan.
                   - http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4111/pengertian_kewirausahaan.htm

Nama : Vanya Dwi Pranadipta
Kelas : 2SA01